Saat membagi gambar atau konten lainnya, alamat yang dipatrikan pada profil bisa saja muncul pada keterangan gambar. Dengan ini, semua orang bisa dengan mudah melacak alamat pengguna.
Jika ada yang berniat menjadi penguntit, maka informasi personal yang dibagi di Facebook akan sangat memudahkan.
3. Pekerjaan.
Sebaiknya pikir lagi jika ingin mematrikan informasi pekerjaan di Facebook. Sebab, jika ada peretas yang ingin mengganggu sistem kantor tempat Anda bekerja, media sosial akan jadi "lahan" utama yang diutak-atik.
Informasi di media sosial yang berkaitan dengan perusahaan yang hendak diretas bisa berpotensi terkena dampak peretasan. Untuk menghindari risiko itu, segera hapus informasi pekerjaan di akun Facebook.
4. Status hubungan.
Meningkatnya kebiasaan "stalking" sejak perkembangan media sosial kian masif seharusnya membuat pengguna Facebook lebih berhati-hati membagi informasi terkait hubungan.
Beberapa aplikasi disebut bisa memberitahu seseorang apabila teman Facebook-nya mengganti status menjadi "single".

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh situs-situs kencan ilegal yang memicu pengguna memiliki koneksi maya yang romantis. Setelahnya, pengguna akan dibujuk rayu untuk mengeluarkan sejumlah duit. Karenanya, sebaiknya tak usah mematrikan status hubungan di Facebook.
5. Informasi keuangan
Facebook adalah layanan gratis, namun jejaring sosial ini masih meminta informasi pembayaran seperti nomor kartu kredit. Sebaiknya pengguna tak memasukkan informasi tersebut. Sekali lagi, peretas bisa saja membobol informasi pembayaran tersebut dan mencuri sejumlah duit.

Sumber >> kompas.com

tentang jejaring sosial halaman lainnya

beranda utama facebook kta